selamat datang di sebuah blog pemula. semoga anda enjoy. jangan lupa kasih komentar ya...

Selasa, 01 Juni 2010

ceRpeN QuwcH 1....




MeNaNti keMbaLinYa maSa LaLu.....




cerpen ini di buat saat gY sebel ma temenku,,,
5 Desember yg kelam !


1....2.....3....

Diam. Sunyi. Sepi. Menusuk dalam sum-sum tulang. Rapuh. Jasad ini tak mampu lagi menanti kembalinya masa lalu. Sampai matipun itu tak akan pernah terjadi lagi. Masa lalu adalah masa yang telah lalu. Kesalahan masa lalu akan membekas selarik penyesalan yang akan menemani sampai maut merenggut.

Namun dalam kesunyian itu ku mulai bertanya-tanya dalam hati. Apa arti penantian ini. Aku belum gila dan tak akan pernah gila. Masa lalu memang tak akan mengintip ku untuk kembali menyianginya. Tanya itu kembali muncul. Mengapa aku tak bias merasakan indahnya masa lalu dengan Angga? Cowok yang selalu mengisi hari-hariku dengan candaan yang selalu menentramkan. Seseorang yang bisa membuatku tenang saat aku di dekatnya. Bukan karena cinta!bukan pula karena ketenarannya!juga ambisi untuk memilikinya. Karena sayang. Sayang seorang sahabat. Tak pernah terbesit sedikitpun untuk merangkai tali melebihi rasa saying itu. Namun kini dia berbeda. Candaan yang selalu ia lontarkan padaku, tak pernah terngiang kembali di telingaku. Pukulan tangannya yang kekar tak lagi menyembul mengenai tempurung kepalaku. Suaranya yang berat tak terdengar lagi memanggil namaku. Lengannya yang kokoh tak lagi mengapit leherku yang mungil. Bibirnya yang merah tak pernah menyunggingkan senyum yang benar-benar tulus padaku lagi. Dia tak lagi bercerita tentang khayalan tingkat tingginya yang seolah-olah nyata. Dia tak lagimeminta pendapat yang selalu menuntunnya berjalan, menatihnya belari, dan memanggulnya berjingkrak. Dia lupa itu semua. Ataukah melupakan itu semua?

Ku putar kembali rekaman yang pernah kita lalui. Ku coba berfikir keras, apa kesalahanyang pernah ku torehkan di perjalanan hidupnya. Perjalanan hidup yang semula bersih tanpa kerikil problema kini malah meruncingkan senapan yang siap mematahkan perjalanan itu. Salah apa aku ini? Seandainya dia mau membuka mulutnya dan mencoba tertatih-tatih merangkai huruf menjadi kata, kata menjadi kalimat, kalimat menjadisuatu alas an yang akan mencabiktuntas semua tanda Tanya yang tersirat nyata di titik pusat pupil mataku. Aku pasti bisa terima. Aku akan memperbaiki itu semua jikalau akutahu salahku apa.

Dia marah tanpa sebab. Dia mendiamkanku dalam ketidakadilan. Dia menghancurkan kotak pita suaraku yang berdampak aku tak bisa berontak melawan ketidakadilan itu. Andai dia menyuruhku melakukan apapun yang akan membawanya seperti dulu lagi pasti aku lakukan. Karena aku benar-benar telah gila. Pikiranku berkecamuk luar biasa seakan semua organ ini diperbudak oleh Angga….Angga…dan Angga…..

Ingin hati ini merasakan rasa yang memang benar-benar aku rasa. Aku ingin hati ini memunculkan suatu kesimpulan dari semua rasa yang terpendam di dalamnya. Aku hanya ingin satu rasa saja yang mendominasi hati ini dan membuang rasa yang lainnya ke dalam racun-racun yang bermuara pada kantung empeduku. Aku bingung sebebnarya apa yang aku rasakan, tersuratlah dalam secari kertas bergariskan horizontal dan vertical. Kalut, bingung, bimbang, sedih, tak terima, maah, kecewa. Kecewa? Kecewa akan apa? Akan kesalahanku? Kemunafikanku? Salahku apa saja aku tak tahu. Apa dia berhak marah padaku yang sama sekali tak tahu kesalahannya? Seperti orang bodoh saja.

Namun memang batu ganjalan itu semakin hari semakin memperlihatkan kegusarannya. Aku sudah tak kuasa menahan rasa rindu kembalinya Angga dalam kehidupanku. Kata maafpun segera ku torehkan secara tersurat dan benar-benar ku tujukan pada dirinya. Dengan harapan dia akan memaafkan kesalahan yang tak ku tahuitu apa.

Diapun akhirnya mengutarakan sesuatu yang benar-benarku harapakan. Hati ini melenggangkan kelegaan dan kepuasan yang tak pernah ku lupakan sampai kapanpun. Tanggal 5 Desember 2009. kala itu waktu menunjukkan 19:36:11. imajinasiku segera meluncurkan aromadan hawa fatamorgana yang akan terjadi esok hari. Bayangan yang indah, yang menakjubkan akan mengisi hari esok karena ku yakin di balik hari esok masih ada esok yang lain selagi waktku belum tiba.

Namun keyakinan itu tersapu bersih tanpa noda. Menghilang dengan pasti di hadapanku. Dia benar-benar buarku menangis, buatku bersedih, hancur perasaan ini, tiada derita yang ku alami selain derita menanti masa lalu yang tak akan pernah kembali. Kata maaf tak cukup membuatnya kembali. Ku ingin dia kembali Tuhan.

Yang ku ingi darinya hanya dia kembali seperti dulu. Kalaupun tidak beri penjelasan apa salahku sehingga aku bisa terima dia perlakukan seperti ini. Dan katakan saja Angga apa yang kamu mau pasti aku menuruti maumu.



5 Desember 2009


met baCa.....



0 komentar:

Posting Komentar